Arsip | Selamatan kematian dlm kitab Al Fatawa RSS feed for this section

Selamatan kematian dlm kitab Al Fatawa

7 Mei

Dalam kitab Al Fatawa Al Kubra disebutkan :

“ Beliau ditanya semoga Allah mengembalikan barokah-Nya kepada kita . Bagaimanakah tentang hewan yang disembelih dan dimasak kemudian dibawa di belakang mayit menuju kuburan untuk disedekahkan ke para penggali kubur saja , dan TENTANG YANG DILAKUKAN PADA HARI KETIGA KEMATIAN DALAM BENTUK PENYEDIAAN MAKANAN UNTUK PARA FAKIR DAN YANG LAIN , DAN DEMIKIAN HALNYA YANG DILAKUKAN PADA HARI KETUJUH , serta yang dilakukan pada genap sebulan dengan pemberian roti yang diedarkan ke rumah-rumah wanita yang menghadiri proses ta’ziyah jenazah . Mereka melakukan semua itu tujuannya hanya sekedar melaksanakan kebiasaan penduduk setempat sehingga bagi yang tidak mau melakukannya akan dibenci oleh mereka dan ia akan merasa diacuhkan . Kalau mereka melaksanakan adat tersebut dan bersedekah tidak bertujuaan (pahala) akhirat , maka bagaimana hukumnya , boleh atau tidak ?

Beliau menjawab bahwa semua yang dilakukan sebagaimana yang ditanyakan di atas termasuk BID’AH YANG TERCELA tetapi tidak sampai haram (alias makruh) , kecuali (bisa haram) jika prosesi penghormatan pada mayit di rumah ahli warisnya itu bertujuan untuk “meratapi” atau memuji secara berlebihan (rastsa’). Dalam melakukan prosesi tersebut , ia harus bertujuan untuk menangkal “OCEHAN” ORANG-ORANG BODOH (yaitu orang-orang yang punya adat kebiasaan menyediakan makanan pada hari wafat atau hari ketiga atau hari ketujuh , dst- penj ) , agar mereka tidak menodai kehormatan dirinya , gara-gara ia tidak mau melakukan prosesi penghormatan di atas .