Arsip | Kewajiban Mengikuti Sunnah RSS feed for this section

Kewajiban Mengikuti Sunnah

4 Mei

ALLOH berfirman :

Katakanlah Jika kamu benar- benar mencintai Allah, maka ikutilah sunnahku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
(QS Ali ‘Imran:31) . 

Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (balasan kebaikan pada) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah  (QS al- Ahzaab:21) .

Ayat yang mulia ini menunjukkan kemuliaan dan keutamaan besar mengikuti sunnah Rasulullah , karena Allah sendiri yang menamakan semua perbuatan Rasulullah sebagai “ teladan yang baik ”,                yang ini menunjukkan bahwa orang yang mengikuti sunnah Rasulullah berarti dia telah menempuh ash- shirathal mustaqim (jalan yang lurus) yang akan membawanya mendapatkan kemuliaan dan rahmat Allah . Lihat keterangan syaikh Abdurrahman as-Sa’di dalam tafsir beliau (hal. 481) .

Ketika menafsirkan ayat ini, imam Ibnu Katsir berkata:

“Ayat yang mulia ini merupakan landasan yang agung dalam meneladani Rasulullah dalam semua ucapan, perbuatan dan keadaan beliau “ Tafsir Ibnu Katsir (3/626) .

faidah yang penting untuk direnungkan, yaitu keterikatan antara meneladani sunnah Rasulullah dengan kesempurnaan iman kepada Allah dan hari akhir, yang ini berarti bahwa semangat dan kesungguhan seorang muslim untuk meneladani sunnah Rasulullah merupakan pertanda kesempurnaan imannya.

Syaikh Abdurrahman as-Sa’di ketika menjelaskan makna ayat di atas berkata:

 “ Teladan yang baik (pada diri Rasulullah ) ini, yang akan mendapatkan taufik (dari Allah ) untuk mengikutinya hanyalah orang-orang yang mengharapkan (rahmat) Allah dan (balasan kebaikan) di hari akhir. Karena (kesempurnaan) iman, ketakutan pada Allah, serta pengharapan balasan kebaikan dan ketakutan akan siksaan Allah, inilah yang memotivasi seseorang untuk meneladani (sunnah) Rasulullah “ . Kitab “Taisiirul Kariimir Rahmaan” (hal. 481).

Karena agung dan mulianya kedudukan sunnah inilah, sehingga Rasulullah memberikan anjuran khusus bagi orang yang selalu berusaha mengamalkan sunnah beliau , terlebih lagi sunnah yang telah ditinggalkan kebanyakan orang. Beliau bersabda : “ Barangsiapa yang menghidupkan satu sunnah dari sunnah- sunnahku, kemudian diamalkan oleh manusia, maka dia akan mendapatkan (pahala) seperti pahala orang-orang yang mengamalkannya, dengan tidak mengurangi pahala mereka sedikitpun”. Lihat keterangan syaikh Abdurrahman as-Sa’di dalam tafsir beliau (hal. 481).

Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan besar bagi orang yang menghidupkan sunnah Rasulullah , terlebih lagi sunnah yang telah ditinggalkan kebanyakan orang. Oleh karena itu, imam Ibnu Majah mencantumkan hadits ini dalam kitab “Sunan Ibn Majah” pada bab: (keutamaan) orang yang menghidupkan sunnah Rasulullah yang telah ditinggalkan (manusia) . Kitab “Sunan Ibnu Majah” (1/75).

Bahkan para ulama menjelaskan bahwa orang yang menghidupkan sunnah Rasulullah akan mendapatkan dua keutamaan (pahala) sekaligus, yaitu keutamaan mengamalkan sunnah itu sendiri dan keutamaan menghidupkannya di tengah- tengah manusia yang telah melupakannya.