Arsip | Definisi Ahlus Sunnah RSS feed for this section

Definisi Ahlus Sunnah

4 Mei

Al-Imam Ibnu Hazm berkata,”Ahlus Sunnah yang kami sebutkan adalah ahlul haq, dan selain mereka adalah ahli bid’ah. Maka Ahlus Sunnah adalah para sahabat dan setiap yang menempuh jalan mereka dari para Tabi’in, kemudian ashhabul hadits dan orang-orang yang mengikuti mereka dari para fuqaha, dari generasi-ke generasi hingga saat ini. Demikian juga, orang-orang yang mengikuti mereka dari kalangan awam di timur bumi dan baratnya –semoga Alloh merahmati mereka semuanya-“ (al-Fishal fil Milal wal Ahwa’ wan Ni hal 2/271)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “ Ahlus Sunnah adalah orang-orang yang berpegang teguh dengan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu’alayhi wa salam dan apa yang disepakati oleh as Sabiqunal Awwalun dari kalangan Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.” (Majmu’ Fatawa 3/375)

Beliau juga berkata, “Barangsiapa mengikuti Kitab, Sunnah, dan ijma’, maka dia termasuk Ahlus Sunnah wal Jama’ah.” (Majmu’ Fatawa 3/346)

Yang keluar dari definisi Ahlus Sunnah adalah setiap ahli bid’ah dan ahwa’ yang menyeleweng dari Nabi Shallallahu’alayhi wa salam dan apa yang disepakati oleh as Sabiqunal Awwalun dari kalangan Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka.

Maka tidaklah seorang benar-benar dikatakan Ahlus Sunnah sehingga dia berlepas diri dari semua ahli bid’ah dan pemikiran-pemikiran mereka sebagaimana seorang tidak dikatakan bertauhid hingga dia berlepas diri dari kesyirikan dan para pelakunya.

Al-Imam Abdullah bin Mubarak berkata, “ Asal dari 72 bid’ah adalah empat bid’ah. Dari keempat bid’ah inilah bercabang menjadi 72 kebid’ahan. (Empat bid’ah ini adalah) : Qadariyah, Murji’ah, Syi’ah, dan Khawarij. Barang siapa mendahulukan Abu bakr, Umar, Utsman dan Ali –atas semua sahabat Rasulullah Shallallahu’alayhi wa salam dan tidak membicarakan para sahabat kecuali dengan kebaikan, maka dia telah lepas dari bid’ah Syi’ah dari awal hingga akhir. Barang siapa mengatakan : Iman ialah perkataan dan perbuatan, bertambah dan berkurang, maka dia telah lepas dari bid’ah irja’ (Murji’ah) dari awal hingga akhir. Barang siapa mengatakan sahnya shalat dibelakang imam yang baik dan fajir, wajibnya jihad bersama setiap khalifah, tidak memandang bolehnya memberontak kepada penguasa dengan pedang, mendo’akan penguasa dengan kebaikan, maka dia telah lepas dari perkataan Khawarij dari awal hingga akhir. Barang siapa mengatakan : semua taqdir dari Alloh, yang bail dan yang buruk, Alloh menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan member petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki, maka sungguh dia telah lepas dari perkataan Qadariyah dari awal hingga akhir. Maka dialah Ahlus Sunnah.” (Syarhus Sunnah, al-Barbahari, hal.57)