Arsip | Mengirim pahala baca’an al qur’an kepada mayat tidaklah sampai ? RSS feed for this section

Mengirim pahala baca’an al qur’an kepada mayat tidaklah sampai ?

4 Mei

Syekh Al ‘Izz Bin Abdussalam pembesar Ulama bermadzhab Imam Syafi’i sulthonul ulama,baa’i’ul muluuk, Syaikhul Islam,Ahadul Aimmatil A’laam, Al Qodhi (beliau pernah menjabat qodhy di damascus,syria dan cairo Mesir),,Ahli Fiqih Syafi’i yang sampai tingkat mujtahid, Al Ushuly/ahli ushul, Allughowi / ahli bahasa,Waro’, zaahid dan masih bnyk lagi pujian para ulama di zamannya.

Beliau menyatakan bahwa :

mengirim bacaan qur’an kepada mayat tidaklah sampai (lihat kitab Al- Fataawaa karya Imam Al-’Izz bin Abdis Salaam hal 96). Beliau juga menyatakan bahwasanya mentalqin mayat setelah dikubur merupakan bid’ah (lihat kitab Al- Fataawaa karya Imam Al-’Izz bin Abdis S 96)

Pertanya’annya :

Kenapa Syekh Al ‘Izz Bin Abdussalam menyatakan mengirim pahala baca’an al qur’an kepada
mayat tidak lah sampai dan mentalqin mayat setelah dikubur merupakan bid’ah ?                              

Bukan kah amalan kirim pahala baca’an al qur’an kpd mayat dan mentalqin mayat setelah dikubur, di amalkan orang orang yng mengatakan adanya bid’ah hasanah ?

Mengirim pahala baca’an al qur’an kepada mayat tidaklah sampai ?

4 Mei

Imam An Nawawi berkata :

Adapun qiroah (membaca) Al-Qur’aan maka yang masyhuur dari madzhab As-Syafi’i adalah tidak sampai pahalanya kepada si mayat…” (Al- Minhaaj syarh shahih Muslim 1/90) .

Pertanya’annya:

Mengapa Imam An Nawawi mengatakan qiroah (membaca) Al-Qur’aani adalah  tidak sampai pahalanya kepada si mayat ?
Bukankah mengirimkan pahala baca’an al qur’an biasa di lakukan orang orang dalam acara tahlilan .