Arsip | Kehati – hatian para sahabat terhadap bid’ah RSS feed for this section

Kehati – hatian para sahabat terhadap bid’ah

25 Apr

Kehati hatian Para Sahabat Terhadap Bid’ah :

Abu Bakar dan Zaid bin Tsaabit radhiallahu ‘anhumaa sangat hati- hati dan sempat berhenti dan berpikir panjang untuk mengumpulkan lembaran lembaran ayat ayat al qur’an dan mengumpulkannya menjadi 1 mushaf . Padahal jelas mengumpulkan al-Qur’an adalah perkara yang penting dan bentuk pengamalan dari firman Allah tentang penjagaan Al- Qur’an. Akan tetapi para sahabat tetap saja sangat berhati-hati untuk melakukan sesuatu yang ” baru” sa’at itu yang tidak pernah dikerjakan oleh Nabi . Bahkan Zaid bin Tsaabit mengatakan bahwa pekerjaan mengumpulkan al- Qur’an lebih berat daripada memindahkan sebuah gunung !!. coba kita bandingkan dengan para pembuat bid’ah-bid’ah hasanah, baik tata cara ibadah baru, baik model-model dzikir baru…sungguh mereka sama sekali membuatnya tanpa ragu- ragu sedikitpun !!!

Ibnu Batthool berkata :

“ Abu Bakar dan Zaid bin Tsabit menghindar (dari mengumpulkan al-Qur’an) hal ini dikarenakan mereka berdua tidak mendapati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukannya. Maka mereka berdua benci untuk memposisikan diri mereka berdua sebagai posisi orang yang menambah-nambah dlm urusan agama . Kehati – hatiannya untuk agama melebihi kehati-hatian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam . Akan tetapi tatkala Umar mengingatkan mereka berdua akan faedah mengumpulkan al- Qur’an dan kekawatiran terjadi perubahan kondisi di masa depan jika tidak dikumpulkan . Sehingga al-Qur’an akan menjadi samar setelah tadinya dikenal, maka mereka berduapun mengambil inisiatif Umar bin al-Khotthoob” (Fathul Baari 9/13-14).

Iklan