Arsip | Akibat buruk bermajelis dngn ahlul bid’ah RSS feed for this section

Akibat buruk bermajelis dngn ahlul bid’ah

20 Apr

Duduk bergaul dengan ahlul bid’ah banyak sisi negatifnya dalam masalah agama. Diantaranya :

1-  Orang yng duduk dngn ahlul bid’ah trsebut akan terkena syubhat dan tdk bisa membantahnya . akhirnya dia terjerumus dalam kebid’ahan mereka. Sufyan Ats-Tsauri berkata, “Seseorang yang duduk dengan ahlul bid’ah tidak akan selamat dari satu diantara tiga perkara: menjadi fitnah bagi yang lainnya, masuk dalam hatinya kebid’ahan hingga dia tergelincir dengannya, atau dimasukkan oleh Allah l ke dalam neraka …” Ketika ada orang yang berkata kepada Ibnu Sirin, “Sesungguhnya fulan (salah seorang ahlul bid’ah, red.) ingin datang dan berbicara denganmu.” Beliau berkata, “Katakan kepadanya, jangan datang kepadaku. Sesungguhnya hati anak Adam itu lemah. Aku khawatir mendengar satu kalimat darinya kemudian hatiku tidak bisa kembali seperti semula.”

2-  Duduk dengan mereka menentang perintah Allah dan Rasul-Nya serta menyimpang dari jalan sahabat. Karena Allah berfirman: “Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.” (An-Nur: 63)

3- Duduk dengan mereka menyebabkan kecintaan kepada mereka Ibnu Mas’ud berkata, “Seseorang hanya akan berteman dan berjalan dengan orang yang sejenis dengannya.”

4- Duduk dengan mereka bermudharat bagi ahli bid’ah itu sendiri Karena diantara hikmah menjauhi mereka adalah agar jera dan kemudian rujuk (keluar) dari kebid’ahannya. Adanya orang yang dekat dengannya akan menjadi sebab jauhnya dia dari bertaubat, karena merasa jalan yang ditempuhnya adalah kebenaran.

5- Duduk dengan mereka, menjadi sebab orang lain berburuk sangkanya kepadanya. Ini hanyalah sebagian dari keburukan yang kita ketahui. Hanya Allah l yang tahu betapa banyak mafsadah yang muncul akibat duduk dan berteman dengan ahlul bid’ah. Mudah-mudahan ini cukup sebagai nasihat bagi orang yang menginginkan keselamatan agamanya. (lihat Mauqif Ahlis Sunnah hal. 550-551)

Beberapa contoh kasus orang yang terjatuh dalam kesesatan karena berteman dengan ahlul bid’ah . Kesimpulannya, berteman dengan ahlul bid’ah adalah bencana yang besar dan bahaya yang menyebar. Karena ahlul bid’ah lebih berbahaya dari orang fasik. Banyak orang yang bergaul dengan ahlul bid’ah dan tidak selamat dari kebid’ahan mereka.

Al-Imam Adz-Dzahabi t berkata –dalam biografi Rawandi–: Dia berteman dengan Rafidhah dan orang-orang menyimpang lainnya. Jika dihukum, dia menjawab, “Aku hanya ingin tahu ucapan-ucapan mereka.” Sampai akhirnya dia pun menjadi mulhid (atheis/penyimpang) dan turun dari dien dan millah (agama) ini.”
Al-Imam Adz-Dzahabi juga berkata –dalam biografi Ibnu Aqil Al-Hanbali– ketika menukil ucapannya, beliau berkata, “Para ulama Hanbali ingin agar aku menjauhi sekelompok ulama, padahal itu menyebabkan aku luput dari sebagian ilmu.”

Al-Imam Adz-Dzahabi mengomentari ucapannya: “Para ulama melarangnya bergaul dengan Mu’tazilah namun dia enggan menerimanya. Akhirnya dia terjatuh dalam jerat mereka dan menjadi lancang dalam menakwil dalil-dalil. Kepada Allah l sajalah kita memohon keselamatan.” (Lihat Ni’matul Ukhuwah hal. 21-25)

Iklan